Dikonfirmasi Wartawan, Penyidik Polresta Surakarta Pilih Bungkam

avatar Harian Nasional News
Tersangka Ina Widiyawati
Tersangka Ina Widiyawati

Solo, HNN - Komisaris Globalindo Energi Nusantara, Ina (49) berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, wanita ini diduga telah menilap uang Rp 15 miliar untuk pembayaran atas pembelian BBM non subsidi tersebut ditangkap di tempat tinggalnya di Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan penerbitan surat Pro Justitia yang dikeluarkan oleh Satreskrim Polresta Surakarta, Jawa Tengah. Dengan Laporan Polisi Nomer : LP/B/48/II/2020/Jateng/Reska SKA, tanggal 19 Februari 2020. Terkait perkembangan kasus penipuan dan penggelapan BBM Non Subsidi dengan tersangka atas nama, Ina Widiyawati (48 tahun), pada hari Rabu (11/11/2020).

Baca Juga: Kapolri: Lagu Polisi Jagoanku Jadi Penyemangat Mengabdi Lebih Baik Lagi

hariannasionalnews.com berusaha konfirmasi ke pihak penyidik di ruang Satreskrim Polresta Surakarta, dan bertemu dengan petugas piket.

“Pak Kasat Reskrim (AKP Purbo Adjar Waskito S.I.K) sedang keluar mas, sebaiknya ditunggu saja,“ ucap petugas piket.

Mengikuti arahan dari petugas piket di ruang Satreskrim Polresta Surakarta, untuk menunggu Kasat Reskrim, namun sayangnya setelah ditunggu dari pagi hingga sore Kasat Reskrim belum datang juga.

Untuk memenuhi fungsi sosial kontrol, hariannasionalnews.com berusaha konfirmasi ke Kanit Reskrim Polresta Surakarta Iptu Bambang Wardaya melalui telpon, dan pesan singkat via WhatsApp namun tidak diangkat, dan tidak dibalas, diduga terkesan bungkam.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Love Scamming, Tersangka Untung Hingga Rp50 M Sebulan

Perlu diketahui diduga pelaku yang bernama, Ina Widiyawati (48 tahun), sesuai KTP beralamat, Jalan Wisata Bukit Mas II Blok I-1 /17 B, RT, 02. RW, 07. Kel. Lidah Wetan, Kec. Lakar Santri, Kota. Surabaya.

Penangkapan ini terjadi, berdasarkan penerbitan surat Pro Justitia yang dikeluarkan oleh Satreskrim Polresta Surakarta, Jawa Tengah. Dengan Laporan Polisi Nomer : LP/B/48/II/2020/Jateng/Reska SKA, tanggal 19 Februari 2020.

Diduga keras pelaku telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana yang dimaksud dengan pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, pasal 7 ayat (1) huruf d, pasal 16, pasal 17, pasal 18, pasal 19, dan pasal 37 KUHAP.

Baca Juga: Ombudsman Puji Kapolri, Rekrut Penyandang Disabilitas Jadi Polisi: Itu Luar Biasa!

Diketahui, sebelum terjadi penangkapan, pelaku sudah dipanggil dua kali berturut - turut tidak datang tanpa alasan yang sah. Dengan dasar tersebut, Sat Reskrim Polresta Surakarta menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pelaku.

Dugaan, pelaku melanggar pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP. Terkait jual beli BBM Solar Industri dengan jumlah volume, 1.969.000 liter, nominal Rp. 15.206.800.000,- (Lima Belas Milyar Dua Ratus Enam Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah).

Kejadian tersebut, terjadi dalam kurun waktu tanggal 26 Juli 2019 sampai dengan tanggal 07 September 2019 di Kantor PT. SHA Solo, Jalan Yosodipuro no. 21, Kel. Timuran, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. (Kri/Red)

Editor : Redaktur