Narkoba

Sat Reskoba Polrestabes Surabaya Amankan 9 kg sabu, 17 ribu happy five

Sat Reskoba Polrestabes Surabaya Amankan 9 kg sabu, 17 ribu happy five

Surabaya, HNN - Pengungkapan kasus narkoba skala besar yang dikendalikan Letto, terpidana mati di Lapas Lampung, Sumatera, bandar narkoba Jombang, Jawa timur, di gulung Sat Reskoba Polrestabes.

Barang bukti yang diamankan sekitar 9 kilo sabu dan 17 ribu pil happy five.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengakuan tersangka pengguna (berkas terpisah).

Petugas Sat Reskoba yang melakukan pengembangan akhirnya sukses meringkus 8 tersangka lainnya, mulai kurir, pengedar hingga bandar yang tinggal di Diwek, Jombang. Masing-masing Pandu Ismoyo (25) warga Karang Pilang, Bahrudin (29) asal Pandaan, Pasuruan, Yatiek (31) warga Jl Manukan, Zakaria (32) asal Mojowarno Diwek, Jombang, Tumbur Hot (52) asal Waru, Sidoarjo, Ismail (38) warga Jl Sawentar, Suyatno (38) asal Prigen, Pasuruan dan Gadis (22) warga Surabaya.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, hasil pengembangan dari tersangka lain, awalnya Pandu Ismoyo (25) dan Bahrudin (29) diringkus saat mengambil ranjauan sabu.

“Saat dilakukan penggeledahan di tempat kosnya, kami mendapati G, pacarnya P sedang mengkonsumsi narkoba. Dia juga berperan mencatat keluar masuk barang,” jelasnya.

Dari pengakuan ketiganya, petugas mendapati nama Yatiek (31) pedagang kelontong yang berdalih terhimpit masalah ekonomi hingga terjun ke bisnis narkoba.

“Saat melakukan penggeledahan di rumahnya di kawasan Manukan, kami mendapati barang bukti 1,5 kg sabu,” tambah Kasat Narkoba.

Ketika menggali keterangan Yatiek, petugas sempat mengalami kesulitan karena tersangka lebih banyak bungkam dan mengaku tidak tahu.

Namun keuletan anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya berbuah saat didapat nama Zakaria, bandar yang berdomisili di Diwek, Jombang.

“Dari petunjuk tersebut, kami langsung bergerak dan mengamankan tersangka Z dan T. Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu 7,4 kg serta 17 ribu happy five,” ungkap AKBP Memo.

Lanjut AKBP Memo, "Tersangka Z ini mengaku telah mengirim sabu dengan jumlah cukup besar ke luar pulau. Sistem pengiriman bermacaman-macam baik melalui ekspedisi, gendong (dibawa sendiri) maupun ranjau,” pungkasnya.

Penyidik Sat Reskoba Polrestabes Surabaya menjerat 8 tersangka tersebut dengan pasal 114 ayat (2) UU RI Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup. (red)

Image